Notification

×

Iklan

Iklan

Wibisono: Warung NKRI BNPT wujud implementasi komitmen deradikalisasi di masyarakat

12/12/21 | Desember 12, 2021 WIB Last Updated 2021-12-11T20:38:33Z


Kepala BNPT Komjen pol Boy Rafli Amar bersama pengamat militer Wibisono


MAJALAHCEO.CO.ID - SURABAYA, Program deradikalisasi memiliki banyak pendekatan salah satunya lewat pendekatan pemberdayaan  ekonomi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan  program pencegahan melalui pendekatan soft approach/(pendekatan lunak). Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan PT KAI Persero bekerjasama mendirikan tempat berjualan UMKM untuk Mitra Deradikalisasi dan Penyintas bernama Warung NKRI (Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI) di Stasiun Malang Baru dan Gubeng Surabaya, Provinsi Jawa Timur.


Warung NKRI ini akan dikelola dengan gratis oleh sekitar delapan orang Mitra Derad dan Penyintas. Di sini mereka akan berjualan produk-produk UMKM seperti kuliner dan kerajinan tangan. Warung NKRI memiliki nuansa berbeda dibandingkan warung lainya. Warung NKRI disertai ornamen kebangsaan, seperti bendera merah putih, lambang pancasila, dan lainnya. Selain itu diisi pula di Warung NKRI diskusi mengenai wawasan kebangsaan ikut digelar, agar dalam praktiknya penjual dan pembeli bersama-sama mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap NKRI, terutama generasi muda. 


Kepala BNPT, Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., mengatakan Warung NKRI secara filosofis mengangkat semangat anti radikalisme dan terorisme dimana konsep warung ini adalah konsep yang diharapkan jadi tempat pertemuan, dalam kegiatannya dapat dititipkan pesan kebangsaan.  


"Aktifitas perekonomian UMKM di warung ini kita berikan kepada eks napiter dan penyintas sebagai bentuk pemberdayaan berbasis kesejahteraan," ujar Boy Rafli Amar ke awak media di Surabaya Jum'at (11/12/2021).


Dengan disediakannya Warung NKRI ini, para eks napiter dan penyintas dapat saling bertemu dan berkomunikasi sehingga dapat terjalin hubungan yang baik. 


Lanjut nya, Menyambungkan eks napiter dan penyintas agar rukun. Mereka guyub dalam menatap hari depan. Dan mereka harus yakin ideologi kekerasan radikalisme dan terorisme tidaklah cocok.


Sementara itu mewakili Direktur Utama PT KAI Persero, Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI Persero, John Roberto menyebutkan PT KAI akan mendukung upaya penanggulangan terorisme di Indonesia. Salah satu dukungan tersebut adalah pendirian Warung NKRI dan Dialog Wawasan Kebangsaan Anti Radikalisme kepada insan PT KAI Persero. 


"Pendirian Warung NKRI merupakan salah satu Kolaborasi untuk menindak lanjuti PKS  yang sebelumnya telah dibuat bersama. Sementara itu Dialog Wawasan Kebangsaan dapat membangkitkan rasa nasionalisme terhadap insan KAI serta menciptakan linkungan kerja yang bebas paham terorisme," katanya. 


Sebelumnya Warung NKRI telah diresmikan di Stasiun Solo Balapan Provinsi Jawa Tengah. Dialog Wawasan Kebangsaan sebelumnya telah dilaksanakan di Stasiun Gambir Jakarta, Cirebon Jawa Barat, Purwokerto Jawa Tengah dan Yogyakarta,Stasiun Madiun, dan Ketapang pada Rabu (8/12). Pihak BNPT dan PT KAI Persero menggunakan Kereta Inspeksi 4 dalam mengunjungi tiap stasiun yang terletak di sepanjang pulau Jawa ini.


Menurut pengamat militer Wibisono sangat mengapresiasi Kegiatan Warung NKRI yang dilakukan oleh kepala BNPT Komjen pol.Dr.Boy Rafli Amar, ini adalah wujud implementasi  komitmen program deradikalisasi di masyarakat.


"Dengan adanya warung NKRI ini, semoga dapat menyerap informasi dan bisa melakukan kegiatan yang positif, terutama wadah diskusi dan pembinaan para napiter agar bisa kembali kemasyarakat dengan kegiatan usaha yang bisa mensejaterahkan keluarganya, serta mereka dapat ditrima kembali dimasyarakat dengan baik," kata wibisono.


Langkah Pak Boy Sangat tepat, sebagai bentuk kepedulian (humanisme) terhadap mantan para napiter untuk bisa kembali dilingkungannya, dan upaya pembinaan ini harus terus menerus dilakukan agar mereka merasa diperhatikan oleh negara.


"Kedepan semua komponen bangsa bisa bersinergi dengan BNPT agar program deradikalisasi ini bisa berhasil dan mempunyai nilai kemanusiaan yang tinggi," pungkas Wibisono

×
Berita Terbaru Update