Notification

×

Iklan

Iklan

Samuel Horas : Wisudawan STIE & STMIK Jayakarta Diharapkan Sebagai Profesional Muda Siap Mengabdi ke Masyarakat

02/12/21 | Desember 02, 2021 WIB Last Updated 2021-12-02T15:21:28Z

 


    Wisuda STIE & STMIK Jayakarta 





MAJALAH CEO - Jakarta --  STIE & STMIK Jayakarta telah usai menggelar wisuda secara luring yang dihadiri 692 wisudawan terdiri dari Lulusan STIE sebanyak 402 wisudawan dan lulusan STMIK sebanyak 290 wisudawan dari jenjang D3 dan  S1 tahun 2021 hari Kamis, 2 Desember 2021. 


Pada prosesi wisuda kali ini, orangtua dan keluarga wisudawan tidak diperkenankan hadir di dalam ruangan guna menjaga protokol kesehatan tetap berjalan dengan ketat.

Diwisuda tahun ini Pembawa Pedel, Samuel Horas Sarjana, S.E, M.Akt dosen STIE yang juga  alumni FEB Universitas Indonesia dan juga lulusan terbaik saat mengikuti pendidikan Strata 2 ( S 2 ) Program Studi Magister Akuntansi mengatakan, diharapkan wisudawan STIE & STMIK Jayakarta sebagai profesional muda siap mengabdi ke masyarakat selain itu juga terus meningkatkan kompetensi secara terus menerus apalagi dengan memasuki era revolusi industri 4.0 agar dapat memberikan kontribusi nyata di masa akan datang.



            Samuel Horas Sarjana, S.E, M.Akt 


Salah satunya yang telah dilakukan Samuel Horas Sarjana dengan melakukan gerakan Pengabdian Kepada Masyarakat beberapa waktu lalu di Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, melalui gotong royong pembagian sembako serta memberikan pelatihan ekonomi skala kecil pada masyarakat terdampak Covid - 19.


Lain dari pada itu, secara umum program ini dirancang oleh berbagai universitas atau institut yang ada di Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia.


Terkait kesiapan SDM menghadapi revolusi industri 4.0 pihak akademis dari STIE & STMIK Jayakarta selama pandemi telah banyak menggelar webinar secara berseri, yang berjuan untuk meningkatkan wawasan keilmuan mahasiswa melalui diskusi langsung (non tatap muka).


Hal ini juga menjadi kesiapan bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2022 di kampus  STIE & STMIK Jayakarta untuk memasuki era digital yang telah membawa dampak luas bagi masyarakat luas khususnya di Indonesia.


Pakaian wisuda yang identik dengan warna hitam menyimbolkan misteri kegelapan yang telah dikalahkan oleh wisudawan ketika diperkuliahan. Arti lain yaitu para sarjana mampu menyibak kegelapan dengan ilmu yang telah diperolehnya selama kuliah. Warna hitam juga melambangkan keagungan.


Topi toga yang berbentuk persegi melambangkan agar para sarjana mampu berpikir rasional dan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Jadi jangan sampai ketika sudah sarjana pikiran kita masih berpikir sempit.


Sedangkan kuncir pita yang semula dikiri kemudian dipindah kekanan, itu maksudnya adalah ketika diperkuliahan banyak dilatih menggunakan otak kiri, yaitu tempatnya hafalan dan bahasa. Dan diharapkan ketika lulus nanti para sarjana juga menggunakan otak kanan, yaitu tempatnya berpikir tentang imajinasi, kreativitas dan inovasi.(sari)

×
Berita Terbaru Update