Notification

×

Iklan

Iklan

Kepolisian Daerah Jawa Barat Berhasil  Ungkap Kasus Perampokan Bank di Karawang dan Beberapa Tersangkanya Residivis Yang Beroperasi di Beberapa Negara Asia, Seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, Miyanmar dan China

07/12/21 | Desember 07, 2021 WIB Last Updated 2021-12-06T17:12:58Z
MAJALAHCEO.COM,BANDUNG,- Kepolisian daerah Jawa Barat gelar Konferensi Pers terkait, keberhasilan Satreskrim Polres Karawang bersama Ditreskrimum Polda Jabar dalam mengungkap kasus perampokan Bank di Karawang,(6/12/2021).

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Erdy Chaniago bersama Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol Yani dan didampingi oleh Kapolres Karawang AKBP. Aldi dan Kasatreskrim Polres Karawang AKP.Oli di Aula Riung Mungpulung Polda Jabar Jl.Soekarno Hatta No.748 Bandung.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Erdy Chaniago menyampaikan' dalam konferensi persnya di Mapolda Jabar bahwa'Polda Jabar melalui Ditreskrimum dan Satreskrim Polres Karawang telah berhasil mengungkap peristiwa perampokan sekaligus menangkap pelaku perampokan yg terjadi  pada 26 November ,di salah satu bank Mybank yg ada di Karawang.

"Di sini hadir, Direktur Kriminal Umum Kombes Pol.Yani, Kapolres Karawang AKBP Aldi dan Kasat Reskrim AKP Oli. Perampokan yg terjadi pada 26 November di Karawang berhasil di ungkap dalam dua hari, namun varu sekarang kita sampaikan karena penyidik Polres Karawang yg di back up oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar, kemaren fokus dalam penyelidikan. Hingga pelaku pelaku sebanyak 7 orang berhasil di tangkap, perlu diketahui modus mereka ini sangatlah unik dan spesifik.Untuk itu kami melakukan penyelidikan terlebih dahulu," kata Kabid Humas.

Kombes Pol Erdy menyampaikan' sebagian besar dari ke tujuh orang yang di tangkap adalah residivis, yang sudah bermain di mana mana bahkan sampai ke Asia, seperti Negara Vietnam, Malaysia,Thailand, Miyanmar dan China. Makanya kita fokus di penyelidikan terlebih dulu, alhamdulilah dalam waktu dua hari kita bisa ungkap, dengan penyelidikan yg intensif kita bisa ungkap dan tangkap para pelaku. Di sini kita semua bisa melihat berbagai barang bukti  yg di gunakan selain alat transportasi adalah senjata api.

" Dari perampokan tersebut telah menimbulkan kerugian rupiah dan dolar kurang lebih 400 .000.000,( empat ratus juta) modus oprandi yang dilakukan sangat beresiko, para pelaku melakukan upaya pencurian dengan kekerasan pada tanggal 26 November 2021 pukul 11. 48,Wib, perlu rekan rekan media ketahui bahwa pada tgl 26 adalah hari Jumat, jadi yang bersangkutan sudah sangat profesional, ketika situasi sedang tidak waspada, semua laki laki menjalankan sholat Jumat dan menjelang istrahat.Di saat itulah yg bersangkutan melakukan aksinya," kata Erdy

Kabid Humas menjelaskan' para pelaku datang ke tkp dengan menggunakan dua unit kendaraan, setelah melihat situasi sepi kemudian delapan orang  pelaku masuk ke dalam bank dan dua orang lainya menunggu di kendaraan total pelaku berjumlah 10 orang.Dari kegiatan aksi mereka tersangka CN alias Buyung merupakan residivis yg berperan masuk ke dalam bank lalu menodong para korban dengan senpi, dua hari kemudian kami berhasil mengamankan di daerah Jakarta Pusat, yg kedua berinsial CA alias Aceng juga seorang residivis, kita amankan juga  di hari yg sama di Jakarta Pusat namun tempatnya beda yang bersangkutan memiliki peran yang sama

" Mereka masuk ke dalam bank dan menodongkan senjata api kemudian yang ke tiga NS (residivis) yang berperan mengikat korban menggunakan tali kita tangkap pada hari Selasa 30 November  2021 di Sumatra Selatan. Yang ke empat berinsial WCP yg mnunggu teman temanya beraksi di dlm mobil yg bersangkutan juga kita amankan di Sumatra Selatan, yang ke lima DY alias Bongkeng alias Bogel (residivis)kemudian yang ke enam AS alias Tapim alias Toke (residivis)di tangkap di Palembang dan yg ke tujuh DH," jelasnya.

Kombes Pol Erdy mengatakan' dari 7 pelaku yang berhasil di tangkap, pelaku melakukan aksinya dengan menodongkan senjata api kepada Satpam dan karyawan bank dengan meminta mereka untuk tiarap dan beberapa pelaku mengikat Satpam  kemudian menyekapnya dan meminta untuk menunjukan tempat penyimpanan uang  setelah berhasil mengambil uang pelaku mengikat karyawan. Uang yg di ambi bukan hanya uang rupiah namun ada uang Dolar Amerika dan Yen  Jepang. 

"Barang bukti yang berhasil di amankan  yaitu satu pucuk Senpi jenis FN warna silver, satu pucuk senjata rakitan warna silver kemudian satu pucuk senpi warna hitam dan satu pucuk senpi sofgun jenis FN serta peluru 17 butir,sarubg senjata  dan 8 unit hp kemudian 1 unit mobil Xenia dan satu unit mobil Avansa dan uang sebesar Rp.43.000.000.( empat puluh tiga juta rupiah). Perlu di ketahui ,menurut tersangka setelah mereka melakukan aksinya mereka membagikan uang hasil rampokannya," pungkas nya.

#Yatiman
×
Berita Terbaru Update