Notification

×

Iklan

Iklan

Ditreskrimsus Polda Jabar Ungkap dan Tangkap Pelaku Ilegal Acces Data Kependudukan BPJS Yang Sudah Membobol Program Pra Kerja Milyaran

07/12/21 | Desember 07, 2021 WIB Last Updated 2021-12-06T22:01:28Z
MAJALAHCEO.COM,BANDUNG,- Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar tangkap pelaku dan ungkap kegiatan melawan hukum  yang telah berhasil membobol program pra kerja milyaran rupiah ,-(6/12/2021).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol.Erdy Chaniago bersama Dir krimsus Kombes Pol.Arif Rahman dan di dampingi juga dari Direktur ITE Disduk Capil Bp.Eriksen dan Kasubdit AKBP.Andri dalam kon pers nya mengatakan, Ditreskrimsus Polda Jabar telah mengungkap kasus ilegal acces databes disdukcapil yang di pergunakan untuk membuat Kartu Pra Kerja fiktif yg mana program prakerja merupakan program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

" Peristiwa tersebut terjadi pada kurun waktu 29 November 2021 sampai dengan 1 Desember 2021.TKP pertama di hotel Giri Jl.Kebon Kawung no.12. di Kota Bandung. Yang kedua di Cipto Mangunkusumo di Kota Samarinda, korbannya adalah masyarakat. Tersangka yg berhasil kita amankan sebanyak lima orang dengan insial BY kita amankan dari Samarinda kemudian AP, RW, RY dan WG kita amankan di Kota Bandung.

Kabidhumas menjelaskan' pada tahun 2019 tersangka BY bersama empat orang tersangka lainnya AP, RY, RW dan WG membuat group toketer, mencoba membuat akun sendiri  mendaftar ke @ww pra kerja.go.id dan mengikuti seluruh tahapan resmi sampai selesai dan berhasil mendapatkan intensif sebesar Rp.2.500.000,-(Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

" Sementara BY berperan sebagai hacker membuat skrip ing secara random data dan kartu keluarga dari webside BPJS Ketenaga Kerjaan.go.id. Tersangka BY berhasil mendapat data sebanyak 12.4.328.000,- data, data yang berhasil di ambil sebanyak 322.350,- data dan di pergunakan untuk pengajuan program pra kerja sebanyak 10.000 akun dengan hanya melakukan pendaftaran 3 kali. Setelah mendapatkan OTP, akun yg berhasil di daftarkan mengikuti program pra kerja kemudisn menunggu pengumuman dari sistem bhwa nama nama tersebut lolos atau tidaknya.Selanjutnya BY mengirimkan data NIK foto KTP palsu melalui G.Mail yang sudah teregrister sebagai akun pra pendamping B melalui tekegram aplikasi tersebut.

Kombes Pol Erdy menjelaskan' peran AP yaitu memasukan no hand phpne yg sudah di akgifasi dengan provider dgn menggunakan data NIK orang lain ke akun pra kerja fiktif yg dibuatkan oleh BY, tersangka AP, AW, RW dan WG membeli pelatihan di toko pedia dengan saldo yg sudah di kirim ke dasboard pra kerja sebanyak Rp.1 untuk selanjutnya mengikuti pelatihan lolos uji sertifikat pelatihan. BY membuat skreep untuk membaipas pelatihan untuk mempercepat proses pelatihan tanpa harus mengikuti pelatihan secara utuh.

" AP, RW,AW dan WG menarik dana yg sudah cair melalui akun pra kerja melalui E Word kemudian di tranferkan ke rekening fiktif, keuntungan yg diraup oleh para tersangka sebesar Rp.2.500.000.000.00,-( dua milyard lima ratus juta rupiah)sampai dengan 15.300.000.000.00.,(lima belas milyar tiga ratus ribu rupiah) jelas nya.

Kombes Pol.Erdy menyampaikan' modus dari tersangka BY bersama empat tersangka lainnya adalah melakukan perbuatan ilegal acces data bes untuk mendapat keuntungan dari program prakerja dgn rincian, dana pelatihan 1 juta, dana insentip 900.ribu rupiah di berikan 4 kali dalam sebulan dan dana sufey 50 ribu rupiah.

" Mereka semua di kenakan UU RI no 11 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi informasi elektronik yaitu melanggar pasa 51 dgn ancaman hukumannya 12 Tahun, kemudian pasa 46,(ancaman hukuman 7 Thn dan denda 700.000.000.00,-  48 ayat 2 dgn ancaman hukuman  9 tahun atau denda 3 miyard dan  UU terkait masalah admintrasi kependudukan UU RI No.11 Tahun 2013 tentang perubahan UU No.23 tentang adminitrasi kependudukan ancamannya 2 Tahun dengan denda 25.000.000.00,-," turtur Erdy.

#Yatiman
×
Berita Terbaru Update