Notification

×

Iklan

Iklan

Garuda Indonesia salah satu Identitas Bangsa yang tidak bisa Dihilangkan

05/11/21 | November 05, 2021 WIB Last Updated 2021-11-05T14:12:50Z


Wibisono, Pengamat Kebijakan Publik


MAJALAHCEO.CO.ID -  JAKARTA, Sejarah panjang maskapai Garuda telah melayani masyarakat Indonesia sejak jaman pasca kemerdekaan Indonesia, namun saat ini Garuda mengalami kesulitan keuangan yang parah, akankan maskapai penerbangan kebanggaan bangsa Indonesia ini kandas?, Saya sebagai pengamat dan pengguna setia Garuda merasa prihatin, dan terpukul melihat kondisi penerbangan plat  merah ini akan

Karam, Garuda adalah salah satu identitas bangsa, sebagaimana Bangsa bangsa lain dengan maskapai penerbangannya.


Mari kita tengok sejarah, Pada 21 Desember 1949 dilaksanakan perundingan lanjutan dari hasil KMB antara pemerintah Indonesia dengan maskapai KLM mengenai berdirinya sebuah maskapai nasional. Presiden Soekarno memilih dan memutuskan “Garuda Indonesian Airways” (GIA) sebagai nama maskapai ini.


Dalam mempersiapkan kemampuan staf udara Indonesia, maka KLM bersedia menempatkan sementara stafnya untuk tetap bertugas sekaligus melatih para staf udara Indonesia. Karena itulah pada masa peralihan ini Direktur Utama pertama GIA merupakan orang Belanda, Dr. E. Konijneburg. Armada pertama GIA pertama pun merupakan peninggalan KLM-IIB.


Penerbangan perdana Garuda Indonesia Airways (GIA)

Sehari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia (RI) oleh Belanda, yaitu tanggal 28 Desember 1949, dua buah pesawat Dakota (DC-3) berangkat dari bandar udara Kemayoran, Jakarta menuju Yogyakarta untuk menjemput Soekarno dibawa kembali ke Jakarta yang sekaligus menandai perpindahan kembali Ibukota RI ke Jakarta. Sejak saat itulah GIA terus berkembang hingga dikenal sekarang sebagai Garuda Indonesia.


Setahun kemudian, di tahun 1950, Garuda Indonesia menjadi perusahaan negara. Pada periode tersebut, Garuda Indonesia mengoperasikan armada dengan jumlah pesawat sebanyak 38 buah yang terdiri dari 22 DC-3, 8 Catalina kapal terbang, and 8 Convair 240. Armada Garuda Indonesia terus bertambah dan akhirnya berhasil melaksanakan penerbangan pertama kali ke Mekkah membawa jemaah haji dari Indonesia pada tahun 1956. Tahun 1965, penerbangan pertama kali ke negara-negara di Eropa dilakukan dengan Amsterdam sebagai tujuan terakhir.


Melalui program transformasi yang berkelanjutan. Garuda Indonesia berhasil mencatatkan sejumlah pengakuan internasional di antaranya adalah pencapaian sebagai "The Worlds Best Economy Class" dari TripAdvisor Travelers Choice Awards, “Maskapai Bintang Lima/ 5-Star Airline” sejak tahun 2014, “Top 10 World’s Best Airline” Skytrax 2017, The World’s Best Cabin Crew” selama lima tahun berturut-turut sejak 2014.


Selain itu, pada tahun 2017 lalu, Garuda Indonesia juga berhasil meraih predikat "Bintang 5" dari Airline Passenger Experience Association (APEX), sebuah asosiasi nirlaba untuk peningkatan pengalaman penumpang penerbangan yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat.


Dalam kondisi apapun Garuda tidak boleh lenyap, tidak ada yang bisa menggantikan posisinya, Pemerintah harus bisa menyelamatkan Garuda dan berbenah sebagai maskapai penerbangan yang profesional dan tidak lagi digunakan oleh pejabat sebagai sarana fasilitas yang gratis, Garuda harus benar benar sebagai perusahaan yang independen dan mandiri, selamatkan Garuda, karena Garuda adalah salah satu indentitas bangsa.....


*Penulis: Pengamat Kebijakan Publik*

×
Berita Terbaru Update