Notification

×

Iklan

Iklan

Fakta Fakta Sidang Perkara Bansos, Tangguh Setiawan,SH : Hary Hikmat Janjikan Fee Rp. 3 Milyar

14/07/21 | Juli 14, 2021 WIB Last Updated 2021-07-16T08:51:44Z


keterangan foto : ADVOKAT TANGGUH Setiawan Sirait, SH

MAJALAHCEO- - JAKARTA - Dalam Lanjutan Sidang perkara Bansos di PN Tipikor Jakarta hari Jumat, tanggal 9 July 2021, Pengacara M. Iksan memberikan kesaksian, dalam sidang lanjutan terdakwa atas nama Matheus Joko Santoso (PPK) dan Adi Wahyono (KPA). M. Iksan menyampaikan bahwa benar dirinya mengambil uang total 3 Miliar sebanyak 2 kali atas arahan Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara kepada Adi Wahyono di Rumah orang suruhan Adi Wahyono, uang tersebut langsung dibawa M. Iksan ke kantor Pengacara Hotma dan hal ini sejak awal sudah diketahui oleh Harry Hikmat salah seorang Dirjen di Kementerian Sosial RI.

Menurut saksi M. Iksan, Harry Hikmat sejak awal sudah menyampaikan kepadanya bahwa urusan Hotma adalah urusan Kementerian Sosial dan sudah ada komitmen sejak awal.

Menurut Penasehat Hukum Matheus Joko Santoso, SH, Tangguh Setiawan Sirait “Dalam sidang tersebut juga membuktikan adanya uang 3 miliar di dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, yang sejak awal penangkapan oleh Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dikatakan tidak pernah ada”, ujarnya ditemui usai sidang hari Jumat, 9 July 2021.

Dalam sidang tersebut juga disebutkan bahwa Mantan Menteri Sosial RI Juliari Batubara memerintahkan Adi Wahyono untuk memberikan uang 3 miliar dengan menggunakan uang FEE BANSOS.

“PEJABAT KEMEMSOS RI ADI KARYONO PUNYA PERAN PENTING DALAM KASUS BANSOS SEMBAKO TAHUN 2020”.

Fakta dalam sidang lanjutan Bansos Sembako Jumat, 9 Juli 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nama Adi Karyono disebut berkali-kali, hal ini terjadi karena Adi Karyono ikut dalam Rombongan Mantan Menteri Juliari Batubara pasca Peristiwa OTT Bansos Sembako tahun 2020. Mantan Menteri Juliari Batubara mengatakan bahwa tidak pernah ada arahan.

Dalam sidang lanjutan Bansos Sembako Jumat, 9 Juli 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nama Adi Karyono disebut berkali-kali, hal ini terjadi karena Adi Karyono ikut dalam Rombongan Mantan Menteri Juliari Batubara pasca Peristiwa OTT Bansos Sembako tahun 2020. Mantan Menteri Juliari Batubara mengatakan bahwa tidak pernah ada arahan kepada Rombongan Mantan Menteri pasca Peristiwa OTT Bansos Sembako pada tanggal 5 Desember 2020.

Menurut Penasehat Hukum Josep Panjaitan, SH dari Kantor Hukum Tangguh Setiawan Sirait & Partners, “menjadi pertanyaan bagi kita bahwasannya mengapa pasca Peristiwa OTT Matheus Joko Santoso Rombongan Menteri bukannya langsung pulang menggunakan pesawat, malah menggunakan jalur darat yang menghabiskan banyak waktu. Hal ini tidak sejalan dengan keterangan Juliari bahwa tidak memberikan arahan kepada rombongan menteri ketika itu kepada Pepen Nazaruddin dan Adi Karyono. Sampai sekarang masih menjadi pertanyaan bagi kita apa yang di sampaikan Juliari Batubara kepada Adi Karyono dan Pepen Nazaruddin ketika itu, karena ada pesan atau arahan dari Juliari kepada terdakwa Adi Wahyono, agar melimpahkan segala kesalahan kepada Terdakwa Matheus Joko Santoso.” .

Menurut Penasehat Hukum Terdakwa Matheus Joko Santoso juga “Juliari mengarahkan Pepen Nazaruddin dan Adi Karyono untuk menghapus jejak dan melimpahkan segala kesalahan kepada Terdakwa Matheus Joko Santoso sama seperti Juliari mengarahkan Terdakwa Adi Wahyono untuk melimpahkan segala kesalahan kepada Terdakwa Matheus Joko Santoso.”

Dalam hal ini juga menurut Tangguh Setiawan Sirait, SH  Penasehat Hukum Terdakwa Matheus Joko Santoso. “Adi Karyono memiliki peran penting dalam Kasus Bansos sembako tahun 2020 karena Adi Karyono salah satu orang kepercayaan Mantan Menteri Juliari Batubara”.

FAKTA SIDANG MENGUNGKAP BAHWA  PENGACARA HOTMA DIDUGA MENDAPAT  FEE BANSOS TAHUN 2020 DARI MANTAN MENTERI SOSIAL JULIARI”

Dalam sidang lanjutan Bansos Sembako Tahun 2020 di Pengadilan TIPIKOR Jakarta Pusat, terbukti fakta sidang bahwa Pengacara Hotma  mendapatkan uang FEE BANSOS SEMBAKO tahun 2020 sebesar 3 miliar rupiah.

Pengacara Hotma dalam ke terangannya sebagai saksi di sidang lanjutan atas Terdakwa Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang 3 miliar rupiah dari Mantan Menteri Juliari Batubara.

Menurut Penasehat Hukum Tangguh Setiawan Sirait, SH “dalam fakta persidangan dalam persidangan yang menghadirkan saksi M. Iksan yaitu Pengacara senior yang mengantarkan uang 3 miliar rupiah ke Kantor Hotma.

Hal ini seiringan dengan keterangan saksi Go Erwin yang menyatakan telah memberikan uang 3 miliar kepada M. Iksan untuk diberikan kepada Hotma".

“Fakta ini tidak dapat dikesampingkan karena hal ini menunjukkan bahwasannya ada uang yang selama persidangan di anggap tidak ada oleh Mantan Menteri Juliari Batubara.” jelas Penasehat Hukum Matheus Joko Santoso , Advokat Tangguh Setiawan SH(ddy)
×
Berita Terbaru Update