Notification

×

Iklan

Iklan

Eropa dan Amerika bersiap hadapi gelombang 4, virus Covid varian baru, Bagaimana Indonesia?

25/07/21 | Juli 25, 2021 WIB Last Updated 2021-07-25T07:56:25Z

 


Wibisono, Pengamat militer dan Pertahanan


MAJALAH CEO | JAKARTA -  Pasca perhelatan sepakbola Eropa, dan pelonggaran aturan prokes di Eropa dan Amerika, Para pakar di Eropa dan Amerika memperingatkan, virus corona gelombang keempat akan muncul musim semi (bulan September - Oktober 2021), mungkin juga bisa datang lebih awal di bulan Agustus 2021.


Menurut Pengamat Militer dan Pertahanan Wibisono mengatakan bahwa Perhitungan ini berdasarkan kecepatan kemampuan bermutasi dari virus corona, saat ini varian Delta dan Eta telah muncul dengan cepat.


"Varian Delta muncul di India, kemudian juga melanda Eropa, Amerika dan negara negara di Asia, termasuk Indonesia,   virus ini cepat menular dan berbahaya, Gelombang ke 4 Covid-19 merupakan suatu keniscayaan, hanya waktu munculnya yang belum diketahui secara tepat." Ujar Wibisono menyatakan keawak media di Jakarta Minggu (25/07/2021).


Sedangkan di Eropa (Prancis, Yunani, Inggris dan Jerman) dan Amerika Serikat sejak bulan Juli  ini telah muncul varian baru virus corona gelombang keempat, Berita yang terbaru tanggal 19 Juli 2021. "Di Prancis dikatakan, bahwa vaksinasi saja tidak cukup untuk mengatasi Covid gelombang keempat," terang Wibi yang juga founder Tftt-Biotech.


Para ilmuwan di Jerman kuatir, apabila gelombang corona ketiga, varian Delta dari India belum berakhir kemudian datang gelombang keempat, maka rumah rumah sakit akan kewalahan menampungnya, fakta nya di Indonesia juga kuwalahan akibat melonjak nya pasien positif.


Sedangkan di Amerika dikuatirkan, tidak cukup waktu untuk mencegah gelombang keempat, imbuhnya


"Sebaiknya Indonesia juga mengantisipasi dari sekarang, apabila gelombang keempat juga melanda Indonesia bulan September atau Oktober tahun 2021, bahkan mungkin lebih cepat, Pemerintah harus melibatkan semua komponen bangsa (civil society), jangan bermain sendiri, Kalo perlu diberlakukan undang undang kekarantinaan agar masyarakat tenang dan bisa memutus mata rantai, " pungkas Wibisono



×
Berita Terbaru Update