Notification

×

Iklan

Iklan

Wibisono: Indonesia kejar "Herd Immunity"?

28/06/21 | Juni 28, 2021 WIB Last Updated 2021-06-27T20:18:27Z


Pelayanan kesehatan dengan proses ketat di Tftt-Biotech untuk pencegahan Covid


MAJALAH CEO | JAKARTA - Presiden Joko Widodo berharap kekebalan kelompok (herd immunity) di Indonesia dapat segera terbentuk. Hal itu disampaikan Jokowi setelah Indonesia menerima 10 juta bulk (bahan baku) vaksin Covid-19 buatan Sinovac, Minggu (20/6/2021).


Dengan kedatangan vaksin tahap ke-17 ini, Jokowi menjelaskan bahwa saat ini Indonesia telah menerima sebanyak 104.728.400 dosis vaksin dari Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.


Menurut pengamat militer Wibisono mengatakan bahwa herd immunity, adalah konsep yang digunakan untuk imunisasi, di mana suatu populasi dapat terlindung dari virus tertentu jika suatu ambang cakupan imunisasi tertentu tercapai.


"Kekebalan kelompok tercapai dengan cara melindungi orang dari virus, bukan dengan cara memaparkan orang terhadap virus tersebut, Vaksin melatih sistem imun kita untuk menciptakan protein yang dapat melawan penyakit, yang disebut ‘antibodi’, seperti jika kita terpapar pada suatu penyakit, tetapi perbedaan pentingnya adalah bahwa vaksin bekerja tanpa membuat kita sakit. Orang yang telah diimunisasi terlindung dari penyakit yang bersangkutan dan tidak dapat menyebarkannya, sehingga memutus rantai penularan." Ujar Wibisono mengatakan awak media dijakarta Minggu (27/06/2021).


Lantas, bisakah herd immunity tercapai di Indonesia mengingat semakin banyak varian virus varian baru yang lebih menular?

"Indonesia masih sangat jauh untuk mencapai herd immunity, tantangan yang dihadapi Indonesia setidaknya ada dua, yakni kesediaan vaksin dan varian virus corona yang terus berkembang," kata wibisono yang juga founder Tftt-Biotech yang mempunyai produk Immune booster

Data dari penelitian-penelitian seroprevalensi dari seluruh dunia mengindikasikan bahwa kurang dari 10% subjek penelitian pernah mengalami infeksi, yang berarti bahwa sebagian sangat besar penduduk dunia masih rentan terhadap virus ini.


Dalam hal jenis coronavirus lain seperti batuk pilek, SARS-CoV-1, dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) kekebalan menurun dari waktu ke waktu, seperti penyakit-penyakit lain. Meskipun orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 mendapatkan antibodi dan kekebalan, kita masih belum tahu seberapa lama antibodi dan kekebalan tersebut bertahan.


Wibi menambahkan,  Kesediaan vaksin ketika penyebaran virus corona masih merupakan jenis yang asli (virus pertama yang diidentifikasi di Wuhan, China pada Desember 2019), para ahli di dunia mengatakan bahwa herd immunity dapat tercapai jika proporsi minimal 70 persen penduduk sudah divaksin terpenuhi.

"Jadi 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia, artinya sekitar 189 juta penduduk Indonesia sudah mendapat vaksin penuh (dua dosis vaksin Covid-19).Dengan kata lain, total dosis vaksin yang dimiliki Indonesia harus ada 378 juta dosis untuk minimal 189 juta orang." Pungkasnya

 

×
Berita Terbaru Update