Notification

×

Iklan

Iklan

Rumah sakit penuh dan tolak pasien positif Covid, solusinya isoma dan jaga imunitas suntik immun booster di Tftt-Biotech

26/06/21 | Juni 26, 2021 WIB Last Updated 2021-06-25T22:34:00Z

Pasien suntik immune booster di klinik Tftt-Biotech dengan pelayanan prokes ketat.


MAJALAH CEO | JAKARTA - Pekan ini angka pasien covid melonjak tajam, Pemerintah diminta membuat kebijakan radikal yakni menerapkan lockdown regional di daerah daerah yang terkena Zona merah.

Menurut Komut PT. Biotech Methodologi Tubuh Indonesia Wibisono, Founder pelayanan kesehatan Tftt-Biotech yang mempunyai produk "Immune booster" di kawasan Tomang Raya mengatakan bahwa pemerintah memiliki dua opsi yang bisa diambil saat ini, yakni PSBB ketat atau lockdown regional. Menurutnya, pilihan yang paling radikal adalah lockdown.

"Lockdown juga jadi opsi yang disarankan karena berkaca pada negara-negara yang sukses mengatasi pandemi Covid-19, Beberapa di antaranya seperti Australia, Jerman, Belanda, dan beberapa negara lainnya di Eropa, salah satu solusinya adalah dengan menjaga imunitas dengan Suntik immune booster," ujar Wibisono menyatakan ke awak media di Jakarta Sabtu (25/06/2021).


Aparat TNI suntik immune booster


Berdasarkan data Persi, BOR RS di tiap provinsi Pulau Jawa sudah melebihi ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 60 persen. BOR RS di Jakarta telah mencapai 84 persen, Jawa Barat 81 persen, Banten 79 persen, Jawa Tengah 79 persen, dan Yogyakarta 74 persen.

Selain itu, BOR ICU di sembilan daerah sudah mencapai 100 persen, antara lain Serang, Bandung Barat, Majalengka, Pangandaran, Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Pekalongan, Rembang, dan Jepara.

Kondisi tidak stabil juga di alami oleh wilayah DKI, ada Jakarta Pusat 86 persen, Jakarta Barat 84 persen, Jakarta Timur 78 persen, Jakarta Selatan 75 persen, dan Jakarta Utara 69 persen.

"RS selalu menyediakan kapasitas untuk yang terpapar Covid-19, tapi ada keterbatasan pada daerah yang fasilitasnya sedikit dan ternyata kasusnya banyak, RS sudah mulai kewalahan dalam menerima pasien, pemerintah sebaiknya mengoptimalkan peran Puskesmas atau klinik swasta untuk pencegahan dengan test swap untuk antisipasi pasien positif," kata Wibisono yang juga sebagai pengamat militer.

Wibisono menambahkan bahwa dirinya telah membantu pemerintah untuk pencegahan dan pengobatan Covid dengan cara suntik immune booster, "banyak pejabat yang sudah menjadi langganan kami antara lain kepala KSP Pak Moeldoko, Kepala BNPT pak Boy Rafli Amar, komisaris BRI Zulnahar Usman, aparat TNI-POLRI dan para artis serta pengusaha," pungkas Wibisono.




 

×
Berita Terbaru Update