Notification

×

Iklan

Iklan

Wibisono: Vaksin tidak akan bisa menahan virus varian baru Covid, jaga stamina dengan "Immune booster

29/05/21 | Mei 29, 2021 WIB Last Updated 2021-05-29T04:07:44Z


MAJALAH CEO |  JAKARTA - Korban Pandemi covid-19 terus meningkat, ini dikarenakan muncul varian virus yang terus bermutasi, ada gejala baru covid-19, sebagai akibat bermutasinya corona menjadi virus-virus baru, seperti virus tangue, dan virus B.1.1.7. dari Inggris, virus Eek dari Jepang, dan terakhir muncul virus B 1.6.1.7 dari India.

Dan ternyata banyak masyarakat yang sudah lakukan penyuntikan vaksin dua kali masih terpapar positif Covid, dan yang terpapar paling banyak di usia lanjut (lansia), padahal lansia adalah penerima utama vaksin selain aparat TNI-Polri,ASN dan tenaga kesehatan (Nakes).

Menurut komisaris utama PT Biotech Methodologi Tubuh Indonesia Wibisono menyatakan bahwa orang yang disuntik vaksin tidak menjamin sudah kebal Covid, apalagi lansia sangat rentan terhadap virus, disamping itu lansia rata rata mempunyai penyakit bawaan yang berat seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit kronis lainnya. Padahal penderita penyakit berat tidak disarankan ikut program vaksin.



Masih efektifkah vaksin?, saya menilai vaksin tidak akan efektif membendung virus virus baru ini, karena penelitian vaksin yang ada saat ini dihasilkan oleh uji klinis diawal tahun lalu 2020, sehingga kemanjurannya sangat diragukan, solusi alternatif nya adalah suntik immune booster untuk menjaga imunitas dan stamina, karena isinya semua vitamin," kata Wibi yang juga sebagai pengamat militer.

Sebelumnya, Pejabat China secara mengejutkan membuat pengakuan tentang vaksin Corona yang diproduksi di negaranya. Vaksin-vaksin yang antara lain dibuat oleh Sinovac dan Sinopharm disebut memang kurang manjur menangkal COVID-19.

Pengakuan ini sontak bikin galau mengingat vaksin buatan China sudah banyak dipakai di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia, salah satu negara yang sudah banyak menyuntikkan CoronaVac, vaksin buatan Sinovac.

Dalam konferensi pers baru-baru ini, juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, memastikan vaksin yang saat ini digunakan sudah memenuhi persyaratan WHO.

Pengakuan yang meragukan efektivitas vaksin Corona buatan China disampaikan oleh Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China, Gao Fu. Pejabat lain menyebut ada rencana membuat vaksin baru berbasis mRNA.

"Setiap orang harus mempertimbangkan manfaat vaksin mRNA bagi umat manusia. Kita harus mengikutinya dengan hati-hati dan tidak mengabaikannya hanya karena kita sudah memiliki beberapa jenis vaksin," kata Gao.

Soal kemungkinan mengkombinasikan vaksin dari jenis yang berbeda, Kemenkes RI memilih untuk tidak buru-buru. Pertimbangan lebih lanjut akan diambil setelah ada publikasi resmi atas penelitian terkait.

"Tentang adanya rencana pemerintah china mencampur vaksinnya, kita tunggu saja karena ini kan masih harus melalui berbagai uji klinis untuk memastikan bahwa ide ataupun inovasi ini memiliki efektivitas," kata dr Nadia.

 

×
Berita Terbaru Update