Notification

×

Iklan

Iklan

Al-Aqsa Berduka, Negara Islam Kutuk Serangan Israel, Bagaimana Sikap Indonesia?

18/05/21 | Mei 18, 2021 WIB Last Updated 2021-05-18T11:35:42Z

Wibisono

MAJALAH CEO | JAKARTA - Serangan Israel yang membabi buta ke Masjid A-lAqsa pada malam terakhir dibulan Ramadhan telah menjadi sorotan dunia, terutama negara Islam seperti Turkey, Jordan dan sejumlah negara Arab, setelah serangan Israel tersebut, Hamas membalas dan mengatakan pihaknya menembakkan lebih dari 100 roket ke kota Tel Aviv di Israel setelah serangan udara Israel menghancurkan blok menara di Jalur Gaza yang terkepung, Sebelumnya, menara tempat tinggal 13 lantai di Kota Gaza runtuh setelah serangan udara Israel menargetkan gedung itu pada hari Selasa (11/5/2021) lalu.

Dilansir Aljazeera, Kamis (13/5/2021), tidak ada laporan adanya korban jiwa di antara warga yang dikabarkan mengosongkan menara Hanadi sebelum dihantam, Sebelumnya diberitakan bahwa serangan udara Israel menyebabkan 35 orang meninggal dunia.

Tak lama setelah serangan itu, Hamas dan kelompok Jihad Islam pun membalas dengan menembakkan roket ke Tel Aviv, sirene serangan udara dan ledakan terdengar di sekitar kota, dan langit diterangi oleh rentetan rudal pencegat yang diluncurkan ke arah roket yang datang.

Setelah saling serang, masyarakat Israel menangis atas serangan 130 roket ke ibu kota Israel sehingga membuat rumah-rumah mereka menjadi korban kebakaran, rumah mereka porak-poranda dan terbakar dihantam roket Hamas, Hamas melepas 130 roket ke ibu kota Israel, Tel Aviv pada Selasa (11/5/2021) malam.

Serangan itu merupakan balasan atas serangan udara Israel yang meratakan blok menara di Jalur Gaza yang meruntuhkan blok perumahan 13 lantai, Bangunan itu menampung kantor yang digunakan oleh kepemimpinan politik penguasa Islam, Hamas.

Sementara itu, Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas ketegangan di Gaza dan Yerusalem. Kepresidenan Turki menyatakan Ankara mengupayakan tindakan internasional terhadap Israel, Presiden Turki juga dilaporkan telah melakukan pembicaraan dengan Raja Malaysia dan Penguasa Qatar membahas serangan Israel di Masjid al-Aqsa dan Palestina.

Pernyataan Direktorat Komunikasi Turki mengatakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan percakapan telepon secara terpisah dengan Raja Malahsia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah dan Penguasa dari Qatar Sheikh Takim bin Hamas al-Thani.

Dalam pembicaraan dengan raja Malaysia, Erdogan menekankan pentingnya bersatu padu dalam menghadapi penindasan yang diderita rakyat Palestina akibat serangan Israel di Masjid Al-Aqsa, Erdogan juga melakukan pembicaraan dengan emir Qatar, Erdogan menyoroti pentingnya upaya bersama Turki dan Qatar untuk memobilisasi negara-negara kawasan dan komunitas internasional melawan serangan Israel terhadap al-Quds, Masjid al-Aqsa, dan Palestina.

Bagaimana sikap Indonesia?

Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) merilis sikap dan pernyataan resmi merespons kekerasan Israel terhadap warga Palestina beberapa waktu belakangan, Seperti dikutip dari akun Twitter resmi @jokowi, Senin (10/5/2021), kepala negara bilang kalau pengusiran paksa warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Masjid Al-Aqsa tidak boleh diabaikan.

Indonesia, menurut Jokowi, mengutuk tindakan itu. Indonesia pun mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan atas pelanggaran berulang yang dilakukan oleh Israel.

"Indonesia akan terus berpihak pada rakyat Palestina," tulis @jokowi.

Indonesia wajib ikut berperan aktif dalam persoalan ini, karena Erdogan sendiri sangat berharap Indonesia sebagai negara Islam terbesar didunia wajib mendukung perjuangan Palestina, sudah jelas, serangan Israel tidak berkemanusiaan dan tidak beradab, melanggar HAM berat dan tidak sesuai dengan Perdamaian dunia, akankah Perang ini menjadi awal perang Dunia ketiga di jalur Gaza, dan menuntut Dunia untuk bersikap keras terhadap Israel.

Penulis: Pengamat Militer dan Pertahanan

×
Berita Terbaru Update