Notification

×

Iklan

Iklan

Guru Besar Universitas Moestopo : Tidak Mencantumkan Pendidikan Pancasila di Seluruh Jenjang Pendidikan Merupakan Bentuk Penghianatan Bangsa

26/04/21 | April 26, 2021 WIB Last Updated 2021-04-26T16:13:32Z

MAJALAH CEO | Jakarta, 26 April 2021 – Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang tidak mencantumkan Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran atau mata kuliah wajib di seluruh jenjang pendidikan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap bangsa, bahkan mencederai jati diri bangsa Indonesia, sebab Pancasila ditetapkan sebagai Dasar Negara dan jiwa kepribadian bangsa Indonesia.

Hal ini disampaikan Prof.Dr.H. Paiman Raharjo, M.Si, Guru Besar Universitas Prof.Dr.Moestopo, yang juga dosen pendidikan pancasila selama 25 tahun . Menurut Paiman, Pendidikan Pancasila sangat berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan moral perilaku bangsa, karena dalam butir-butir Pancasila mengandung makna mendalam menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu Pancasila sebagai dasar atau pedoman bagi masyarakat Indonesia. Sehingga melalui Pendidikan Pancasila diharapkan peserta didik menyerap nilai-nilai moral Pancasila.

Dengan dikeluarkannya PP No.57 tahun 2921 tersebut menunjukkan bahwa Presiden diberikan masukan yang salah dalam hal kurikulum pendidikan.

Berbicara tentang pendidikan tidak saja berkaitan dengan upaya membentuk kecerdasan atau intelektual bangsa, melainkan ada nilai budaya, moral, etika, sikap dan perilaku yang harus ditanamkan kedalam diri anak bangsa Indonesia.

Oleh karena itu menurut Paiman saat ditemui awak media di kampus moestopo menyatakan bahwa pendidikan pancasila wajib dimasukan dalam kurikulum mata pelajaran atau mata kuliah.

Selain itu bapak Presiden Jokowi perlu mengevaluasi kinerja menteri pendidikan dan kebudayaan yang tidak paham akan pentingnya pendidikan pancasila bagi bangsa Indonesia, terlebih saat ini paham radikalisme menjamur di Indonesia, akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan karakter anak bangsa jika pendidikan pancasila dihilangkan, ujar paiman menutup pembicaraannya.[red.dmz]
×
Berita Terbaru Update